• Welcome JURnaL Celebes

    Perkumpulan Jurnalis Advokasi Lingkungan.
  • JAUHKAN HUTAN DARI KERUSAKAN...

    STOP ! Penebangan hutan dan pembukaan lahan baru tanpa diimbangi dengan penghijauan akan menyengsarakan kehidupan. Lindungi dari pembalak liar.
  • JAUHKAN HUTAN DARI KERUSAKAN...

    STOP ! Penebangan hutan dan pembukaan lahan baru tanpa diimbangi dengan penghijauan akan menyengsarakan kehidupan.
  • MENGGALANG KERJASAMA DENGAN MITRA...

    Pelatihan dan pengisian kuisioner oleh masyarakat komunitas pada kegiatan sebagai data dan bahan evaluasi.
  • MENGGALANG KERJASAMA DENGAN MITRA...

    Melakukan diskusi lapangan pada setiap kegiatan.
  • BERSINERGI DENGAN PEMERINTAH DAERAH...

    Melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dalam pemanfaatan sumber energi terbarukan bagi masyarakat desa terpencil.
  • BERSINERGI DENGAN PEMERINTAH DAERAH...

    Seminar dan koordinasi dengan SKPD terkait pemanfaatan sumber daya alam dan penentuan kebijakan lingkungan komunitas.
  • LINGKUNGAN HIJAU ITU INDAH..

    Menjaga sumber air dan lingkungan hijau adalah tanggungjawab bersama.
  • LINGKUNGAN HIJAU ITU INDAH..

    Menjaga sumber air dan lingkungan hijau adalah tanggungjawab bersama.
  • LINGKUNGAN HIJAU ITU INDAH..

    Menjaga sumber air dan lingkungan hijau adalah tanggungjawab bersama.
prev next

JURnal Celebes

adalah sebuah organisasi dalam bentuk asosiasi yang terdiri dari wartawan dan aktivis lembaga swadaya masyarakat (LSM/NGO) Sulawesi Selatan.

dibentuk pada 12 September 2002 di Makassar, Sulawesi Selatan, sebagai forum independen yang mendorong penguatan masyarakat sipil dan kampanye keadilan sumber daya alam.

Visi

terwujudnya masyarakat yang sadar akan hak dan kewajibannya dalam mendorong kebijakan dan pengelolaan lingkungan yang adil dan berkelanjutan.

Misi

mendorong kesadaran kolektif masyarakat untuk melindungi keanekaragaman hayati dan ekosistem sebagai basis ekonomi.

Tujuh Bulan Penjara untuk Penolak PLTA Seko

Selasa, 23 Mei 2017 00:00 Written by

JURnaL Celebes. Amisandi (39), terdakwa kasus penolak perusahaan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Seko, Luwu Utara, Sulawesi Selatan akhirnya divonis tujuh bulan penjara dari tuntutan 10 bulan. Amisandi didakwa mengancam karyawan PT Seko Power Prima ini menyatakan pikir-pikir untuk banding, setelah vonisnya dijatuhkan pada sidang, Senin (22/05/2017) di Pengadilan Negeri Masamba.

Amisandi adalah salah satu petani dari Komunitas Adat Pohoneang Seko Tengah Desa Tanamakaleang, Kecamatan Seko, Kabupaten Luwu Utara. Dia dilaporkan ke polisi oleh pihak perusahaan PT Seko Power Prima dengan tuduhan mengancam pekerja perusahaan itu, saat melakukan pengeboran di Poririang, 27 Desenber 2016. Poririang adalah kampung yang berada di wilayah adat Komunitas Adat Pohoneang.

Dalam diskusi serial Maret 2017 lalu, disimpulkan bahwa pengembangan ekowisata menjadi salah satu alternatif untuk melindungi dan menyelamatkan kawasan karst di Kabupaten Pangkep. Ekowisata yang dikembangkan bertumpu pada peran masyarakat sekitar kawasan karst. Karena itu, pemberdayaan masyarakat desa-desa di sekitar kawasan menjadi penentu dalam mengembangkan pola  yang memberikan peningkatan pendapatan masyarakat sekaligus melindungi dan melestarikan keragaman hayati di kawasan karst Pangkep.

Hakim PTUN Keliru dalam Putusan Kasus CPI

Kamis, 18 Mei 2017 00:00 Written by

JURnaL Celebes. Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Kota Makassar dinilai keliru memutuskan gugatan Aliansi Selamatkan Pesisir (ASP) Makassar lewat Walhi Sulsel, 28 Juli 2016 lalu. Hakim hanya menggunakan argumentasi hukum yang tekstual atas gugatan terhadap Surat Izin Gubernur Sulsel tentang reklamasi kawasan megaproyek Central Point of Indonesia (CPI) ini. Karena itu Walhi dan ASP meminta Mahkamah Agung membatalkan keputusan PTUN tersebut, serta mengevaluasi kapasitas para hakim sebagai pembelajaran dalam kasus hukum lingkungan hidup.

JURnaL Celebes. Bencana longsor di Dusun Harapan Makmur, Desa Maliwowo, Kecamatan Angkona, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Jumat (12/05/2017) kembali mengingati kita agar selalu siaga, menjaga keseimbangan lingkungan, dan menata pemukiman. Bencana yang merenggut nyawa tujuh warga itu, sudah sering terjadi di mana-mana.

Berita Terkini

Press Release Update

Komentar

Foto Kegiatan